Rabu, 20 Februari 2013

RPP Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KOMPETENSI DASAR  4.1  Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat..







Oleh :
Irham
Pendidikan Fisika
Reguler Pagi



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA 2013



 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SMA: Suhu dan Kalor
Satuan Pendidikan          :  SMA Negeri 16 Samarinda
Kelas                                     :  Kelas X                                                               
Semester                            :  Semester 2
Mata pelajaran                 :  Fisika
Jumlah pertemuan         :  2 (dua) pertemuan
________________________________________________________________________
I.    Standar Kompetensi         :    Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi.
II.   Kompetensi Dasar              : Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat
III.  Indikator                        
  1. Menjelaskan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda.
  2. Menjelaskan pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian).
  3. Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda                                                              
IV. Tujuan Pembelajaran: 
Peserta didik dapat:
l Menjelaskan pengertian suhu.
l Menjelaskan tubuh bukan pengukur suhu yang baik.
l Menjelaskan prinsip kerja termometer.
l Menjelaskan pengertian sifat termometrik.
l Menyebutkan beberapa contoh sifat termometrik.
l Menyebutkan beberapa skala termometer.
l Menjelaskan hubungan skala suhu Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.
l Menentukan skala umum dari berbagai skala termometer.
l Menyebutkan beberapa jenis termometer.
l Menjelaskan pengertian kapasitas kalor.
l Menjelaskan pengertian kalor jenis.
l Menjelaskan proses pemuaian.
l Membedakan pemuaian panjang, luas, dan volum.
l Menjelaskan hubungan antara koefisien muai panjang, luas, dan volum.
l Membedakan wujud gas, cair, dan padat.
l Menjelaskan perubahan wujud zat.
l Membedakan kalor laten peleburan dan kalor laten penguapan.
l Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan wujud zat.
·         Karakter siswa yang diharapkan  : 
o   Jujur, Toleransi, Kerja keras, Mandiri, Demokratis,  Rasa ingin tahu, Komunikatif, Tanggung Jawab.
·         Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
o   Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.

V.  Materi Pembelajaran     :  Kalor
Buku Fisika SMA/MA BSE Kelas X hal 279-298 (Terlampir)
VI. Alokasi Waktu                 :  4 x 40 menit                

VII.  Model dan Metode Pembelajaran:
1.       Model   :  -  Direct Instruction (DI)
                                           -  Cooperative Learning
                2.  Metode  :  -  Diskusi kelompok
                                       -  Ceramah
VIII.  Kegiatan pembelajaran
PERTEMUAN PERTAMA
A.      Pendahuluan (5 menit)
·         Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdo’a sebagai implementasi nilai religius.
·         Mengondisikan kelas dilanjutkan dengan pembiasaan nilai disiplin.
·         Motivasi dan Apersepsi: 
1.       Sebutkan beberapa contoh sifat termometrik.
2.       Satuan apakah yang digunakan untuk skala termodinamika?
3.       Manfaat Kalor dalam kehidupan sehari-hari
·         Penyampaian tujuan pembelajaran.
B.      Inti (80 menit)
·         Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian suhu dan kalor. (konfirmasi)
·         Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai berbagai macam jenis-jenis termometer.  (konfirmasi)
·         Bagi siswa yang sudah dapat memahami diminta untuk menyampaikan jawabannya secara lisan, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan tanggapan. (eksplorasi)
·         Siswa diminta untuk menjelaskan macam-macam skala ukur termometer .(eksplorasi)
·         Siswa memperhatikan penjelasan guru berbagai macam skala ukur termometer, sebagai pemenuhan rasa ingin tahu. (konfirmasi)
·         Seluruh siswa mengerjakan soal Uji Pemahaman  secara teliti (soal terlampir). (eksplorasi)
C.      Penutup (5 menit)
o   Siswa  berdiskusi untuk membuat kesimpulan. (ekplorasi)
·         Siswa diarahkan oleh guru untuk belajar materi berikutnya.

PERTEMUAN KEDUA
a.    Pendahuluan ( 5 menit )
§   Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdo’a sebagai implementasi nilai religius.
§   Mengondisikan kelas dilanjutkan dengan pembiasaan nilai disiplin.
§   Motivasi dan Apersepsi: 
Pemasangan kaca dan pembuatan rel kereta api merupakan manfaat dari mempelajari bab ini.
§   Penyampaian tujuan pembelajaran.
b.    Kegiatan Inti ( 80 menit )
·         Guru menjelaskan singkat materi tentang pemuaian
§    Guru membentuk kelompok-kelompok kecil  untuk melakukan diskusi .
§   Siswa berdiskusi mengenai materi yang telah dibagikan guru (dibimbing guru)
§   Siswa mempresentasikan hasil diskusi dari masing-masing kelompok ke depan kelas
c.     Penutup (5 menit)
§  Siswa  bersama guru beridiskusi untuk membuat kesimpulan. (ekplorasi)
§  Siswa diarahkan oleh guru untuk belajar materi berikutnya.
§  Pemberian tugas rumah
IX.   Penilaian
       
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Contoh Instrumen
Menjelaskanpengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda.

Penugasan
Uraian
1.    Apa yang dimaksud dengan suhu ?
2.    Apa yang dimaksud dengan Kalor?
3.    25 °C = ….°R
4.    Sebanyak 200 gram air bersuhu 60 0C dicampur dengan susu bermassa 50 gram dengan suhu 50 0C. Jika kalor jenis air sama dengan kalor jenis susu, maka suhu campurannya adalah
Menjelaskan pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian).
Penugasan
Uraian
5.       Jelaskan  macam-macam pemuaian!
6.      Sebutkan manfaat dari pemuaian dalam kehidupan sehari-hari!
7.      jelaskan hubungan antara koefisien muai panjang, luas dan volume!


8.      Panjang sebatang alumunium pada suhu 0° C adalah 100 cm. Berapa panjang pada suhu 100° C, bila angka muai panjangnya 0,000026/° C?
                
           


Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda                                                








Penugasan
Uraian
9.       Hitunglah kalor yang dibutuhkan untuk mengubah 200 gram es yang bersuhu -10 0C menjadi  air bersuhu 60 0C.


Jawaban dan Pedoman Penyekoran
No Soal
Jawaban
SKOR
1.


 

1.       

-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar

Suhu adalah derajat panas dingin suatu benda
0
0
5

5
2.




-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar
Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari
benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika kedua benda
tersebut saling disentuhkan
0
0
5

5
3.
-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar


0
0
10


10
4.
-       Jawaban kosong.
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar


0
0
20

20





5.
-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar

Muai Panjang
Alat untuk mengamati adanya pemuian pada zat padat dinamakan MUSSCHEN BROEK.
Koefisien Muai Panjang.Koefisien muai panjang sesuatu zat padat ialah bilangan yang menyatakan pertambahan panjang tiap satuan panjang zat, kalau suhunya dinaikkan

Pemuain Luas
Jika yang dipanaskan adalah suatu lempeng atau plat tipis maka plat tersebut akan mengalami pemuaian pada panjang dan lebarnya. Dengan demikian lempeng akan mengalami pemuaian luas atau pemuaian bidang. Pertambahan luas zat padat untuk setiap kenaikan 1ºC pada zat seluas 1 m^2 disebut koefisien muai luas (β)
Pemuain Volume
Jika suatu balok mula-mula memiliki panjang P0, lebar L0, dan tinggi h0 dipanaskan hingga suhunya bertambah Δt, maka berdasarkan pada pemikiran muai panjang dan luas diperoleh harga volume balok

0
0
10



















6.
-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar

.       Pemasangan Rel KeretaSambungan dua batang rel kereta selalu diberi cela. Hal ini karena jika rel kereta memuai, rel tidak menjadi bengkok/melengkung. Jika siang hari, rel bengkok/melengkung itu akan menyebabkan kereta anjlok. Oleh karena itu, saat ini rel didesain berujung runcing dan dipasang saling bertautan untuk menghindari rusaknya rel akibat pemuaian.
2.       Pemasangan kaca jendela
Kaca pada jendela dipasang tidak rapat hal ini dikarenakan jika kaca memuai kaca tersebut tidak akan pecah. Karena inilah para pemilik kaca mobil tidak menutup kaca moilnya rapat-rapat jika akan diparkir dibawah matahari dalam waktu yang lama.

3.       Celah pada konstruksi jembatan
Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang muai pada besi. Maka ujung jembatan logam yang dibiarkan memuai ditopang dengan roda agar bias bergerak bebas.

4.       Celah pada sambungan jalan beton
dijalan-jalan biasanya diantara 1 beton dengan beton lainnya di beri sedikit celah hal ini dimaksudkan agar beton tidak melengkung jika mengalami pemuaian.

5.       Pemasangan kawat telepon dan kawat listrik
hal ini dilakukan untuk menghindarkan putusnya kabel listrik dan kabel telepon pada saat terjadi penyusutan pada suhu dingin.
6.       Pemasangan roda ban baja pada sebuah lokomotifbaja yang berukuran lebih kecil dari roda dipanaskan. Maka baja tersebut memuai dan roda dapat dipasang tepat pada ban. Jika menyusut sehingga ban mencengkeram roda dengan kuat.

7.       Membuka tutup botol
jika kita sulit untuk membuka tutup botol. Kita bisa mencelupkan atau menyiramkan tutup botol dengan air panas. Setelah itu tutup botol baru mudah untuk di buka hal ini disebabkan karena muai logam lebih besar  dari pada kaca

8.       Pemasangan pita penjepit pada tong kayu
pita logam penjepit digunakan dengan memanaskan pita penjepit tersebut. Sehingga   besar logam tersebut lebih besar dari pada tong kayu. Jika menyusut, pita logam akan terpasang dengan kuat.
9.       Pengelingan pelat logam
Mengeling adalah menyambungkan dua pelat logam dengan menggunakan paku keeling. Paku keeling dipanaskan sampai berpijar warna putih, kemudian dimasukkan kedalam lubang pelat dan ujung paku dipukul rata. Hal ini dimanfaatkan untuk badan kapal dan pembuatan bimetal
                            
0
0
10









10

7.
-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar

koefisien muai panjang = alfa
koefisien mual luas = beta
koefisien muai volume = gama

beta = 2 x alfa
gama = 3 x alfa
0
0
5





5
8
-       Jawaban kosong
-       Jawaban salah
-       Jawaban benar
0
0
15




9
- Jawaban kosong
- Jawaban salah
- Jawaban benar
0
0
20

 
 
20

Nilai = skor yang diperoleh : skor maksimal x 100
         =   x 100 = 100

X.   Sumber Pembelajaran
1.       Silabus
2.       Buku FISIKA SMA/MA kelas X BSE


Samarinda, 19 Februari 2013
Guru Pamong,


Anggrayani, S.Pd
NIP.198007262008012016

  Mahasiswa PPL,


Irham            
  NIM. 0905035027




Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 16


Hendro Kuncoro, M.Pd
NIP. 196609291998021003


Dosen Pembimbing,


Drs. Soetopo, M.Pd
NIP. 194909071986031001


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar